10
STEP TO ENTERPRENEURSHIP
1. START WITH A DREAM
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan keyakinan
akan produk yang akan kita tawarkan.
A dream is where it all started:
Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam
produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses.
Mereka tidak mengenal batas dan kerterikatan, tak mengenal kata 'tidak bisa'
ataupun 'tidak mungkin'.
2. LOVE the products or services
Cintailah produk anda.
Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan kepada
pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu
melewati masa2 sulit. Setiap awal usaha selalu akan ada banyak halangan ataupun
kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk kita yang akan membuat kita
bekerja keras dengan senang hati.
Enthusiastism and Persistence:
Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan kita akan
menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
3. Learn the BASICS of BUSINESS.
Pelajarilah fundamental business.
BEYOND THE *buy low, sell high, pay late, collect early*:
Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan dasar untuk business yang
baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat
mempelajari dasar2 usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih
baik.Carilah -guru-
yang baik.
4. Willing to take CALCULATED RISKS.
Ambilah resiko.
The gain that u will be able to achieve is directly proportional to the risk
taken:
Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia
wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan proporsional terhadap resiko
yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik2 akan lebih banyak
memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan
-entreprenneur- dengan -manager-. Entrepreneur lebih dibutuhkan pada tahap
-awal- pengembangan perusahaan, dan -manager- dibutuhkan untuk mengatur
perusahaan yang telah maju.
5. Seek advice, but follow your belief.
Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-hati kita.
Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts.
Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir
selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan -indera ke enam- nya.
6. Salesmanship and Customer understanding.
Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual.
Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan
kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu
mengembangakan usaha pada fase itu.
7. Work HARD, 7 days a week, 18 hours a day.
Kerja keras.
Ethos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti,
tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir
semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah
lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan businessnya.
Me-lamun-kan dan memimpikan
kerjanya.
8. Make friends as much as possible.
Bertemanlah sebanyak-banyaknya.
Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada
harga yang sedikit lebih mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan
membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong
pada masa sulit.
9. Deal with FAILURES.
Hadapi kegagalan
Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi
dan kemampuan kita ber wira usaha, selama kegagalan itu tidaklah -mematikan-.
Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bilamana sampai itu
terjadi, bersiaplah dan hadapilah!
10. Just Do It, NOW!
Lakukanlah sekarang juga.
Bila Anda telah siap, lakukanlah sekarang juga.
Manager selalu melakukan : READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan
melakukan READY-SHOOT-AIM!.
Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.